Selasa, 08 Desember 2020

Soal dan Jawaban UAS Metodologi Studi Islam#smt.3

SOAL

1. Dalam teks Shahifah Yatsrib ada kosakata 
JAWABAN

1.      Kosakata ”al- Muslimin” dengan segala derivasinya termaktub di mukaddimah dan di pasal 29 dan 45. Sedangkan di pasal 18 ada juga yang menjadi bagian deviasi Muslimin, yakni “as- silmi”. Kosakata al- muslim ditemukan dalam mukaddimah yang berbunyi : “Bersama orang orang beriman dan orang- orang yang merdeka dari kalangan etnik Quraisy dan penduduk Yatsrib serta pihak- pihak yang mengikutinya”. Kosakata “al-muslimin” dalam redaksi ini bukan nama agama. Bukan pula yang mengacu kepada kelompok pengikut nabi Muhammad SAW., saja, maka tidak mungkin disandingkan dengan redaksi “ al- Mukminin", yang merupakan sebutan bagi pengikut nabi Muhammad. Jika “al- Muslimin” bermakna sama dengan “al- Mukminin”, maka secara penulisan redaksional dalam ketetapan yang berkekuatan hukum itu sia- sia. Sebab, akan mengulang- ulang redaksi yang isinya sama saja.

Berarti jika redaksi “al- Muslimin” ditulis berdampingan dengan redaksi  al- Mukminin  pasti mengacu pada redaksi setelahnya, yaitu redaksi “min Quraisyin wa Yatsrib wa man tabi’ahum”, artinya orang- orang Muhajirin Quraisy, penduduk Yatsrib, serta pihak- pihak yang mengikuti mereka itulah al- Muslimin. Jika diletakkan dalam konteks membaca Shahifah Yatsrib redaksi “ al- Muslimin” adalah orang- orang yang membebaskan atau memerdekan atau menyatakan putus. Mereka adalah golongan Muhajirin Quraisy, penduduk Yatsrib, dan orang- orang yang mengikutinya. Dengan demikian, kosakata al Muslimin itu bukanlah suatu identitas faham keagamaan tertentu, bukan juga suatu isme dan juga bukan nama agama dan ajaran yang disusung oleh nabi Muhammad SAW.  Kosakata al- Islam al- Muslimin, keduanya dianggap sebagai nama agama nabi Muhammad SAW., keduanya itu merupakan satu keluarga. Kedua kosakata itu bentuk Mazidnya sama yakni, dalam rangkaian tasrif : “aslama yusliibmu islaman fahuwa muslimun wadzaka muslamun aslim laa tuslim muslamun.” Maknanya adalah membebaskan atau memerdekakan atau mengakui merdeka. Perbedaannya adalah al- islam itu bentuk mashdar (kalimat predikat/insuk kosakata).

Sedangkan al- Muslimin itu bentuk isim fail (kalimat subyek, isim sifat). Jika arti dari al- muslimun adalah orang yang merdeka, maka al- islam artinya memberi kemerdekaan. Oleh karena itu, makna al- islam dalam Sharifah Yatsrib ini adalah suatu “ ketetapan dari nabi yang memberi kemerdekaan kepada anggotanya”. Pada sisi lain, jika kosakata islam dan Muslim itu hanya mengacu kepada agama nabi Muhammad saja, maka akan kontradiksi dengan ayat yang lain.Kosakata Muslim dan Islam hanya merujuk kepada nabi Muhammad jelas kontradiksi dengan ayat diatas, yang menyatakan bahwa para nabi terdahulu juga menyebut dirinya Muslim. Dalam periode Makkah, mana muslim didalam al- Qur’an Makkiyah sudah menggunakan kata Muslim dalam beberapa surat. Berbeda dengan al- Qur’an Madinah. Kosakata al- Muslimin yang digunakan di periode Makkah, yang pada saat itu belum ada Shahifah Yatsrib.

Penggunaan kosakata “al- Muslimin” periode Makkah tahun 614- 620 M, mengacu pada makna sikap yang pasrah total kepada Allah. Pada periode Madinnah, semua kosakata Muslimin disebutkan disebutkan sebagai sifat  atau ruh dari ad-diin. Beberapa ciri spesifik lain dalam pengungkapan kata al- Muslim dan al- Muslihat di periode Madinnah mengacu pada hukum, kemudian ketika menyebut pribadi, seperti Ibrahim, mengacu pada pasrah total kepada Allah. Sisi konsistensi kosakata al-muslimin dalam shahifah ini dengan zaman Nabi Ibrahim dan keluarganya adalah pada sisi visi dan misinya.

2.      Al- mukminun dalam Bahasa Arab Hijaz, bentuk fi’ilnya adalah bentuk Mazid. Model derivasinya aamana yu’minu iimaanan fahuwa mukminun. Secara leksikal, manaknanya adalah “orang yang mengamankan atau orang yang memberi rasa aman”. Kosakata ini bukan bermakna”percaya”. Tetapi ia juga bermakna “percaya” jika jika ditinjau dari segi “istilahan”. Arti makna istilah ini maksudnya adalah identitas bagi “orang yang percaya pada nabi dan menjadi pengikutnya”. Bentuk mujarrodnya adalah “aamana yu’minu amanan fahuwa aaminun” yang arti leksialnya adalah “orang yang aman”. Kosakata “aaminun” dengan arti orang dalam keadaan aman, orang yang merasa aman.

Penggunaan kosakata Iman dan mukminin di period Makkah tahun 615-619, dipakai untuk menyebut “aman, dan merasa aman”. Arti demikian ini dalam surah al- ’Araf. Kemudian dipakai untuk menyebut “identitas golongan”. Yakni sebutan bagi orang yang percaya pada nabi dan menjadi pengikutnya, termaktub di Surah an-Najm,al-Buruj, at- Thiin, al- Balad, al- Jiin, Yaasiin, al- A’raf. Kemudian untuk menyebut pengikut nabi saja sebagaimna surah al-‘Araf dan Thoha.

Kemudian pada periode Yatsrib, penggunaan kosakata Iman dan Mukminun pada tahun 622- 623 M, tahun kelahiran Shahifah Yatsrib, digunakan di Mukkadimah. Kosakata itu digunakan sebagi identitas bagi orang-orang yang percaya pada Nabi Muhammad. Golongan yang mengikuti Nabi Muhammad hanya dalam hal siyasah-nya satygja.tidak disebut Al-mukminin, tetapi disebut dengan nama suku atau marganya. Mereka ini juga disebut dengan identitas al-Muslim.

3.       Dalam perubahan makna zaman terdahulu, al- Muslim adalah orang- orang yang membebaskan atau memerdekan atau menyatakan putus. sedangkan al- Mukminin, merupakan sebutan bagi pengikut nabi Muhammad SAW. al- Mukminun juga berarti orang yang mengamankan atau orang yang memberi rasa aman. Menurut pendapat saya, dalam perubahan makna kata al- muslim  dan al- mukminun di zaman terdahulu dan sekarang sama, tapi ada juga yang membedakan dari hasil pemikiran ulama’.

 

Tugas UAS SBM Semester Ganjil 20/21






RANCANGAN PEMBELAJARAN

(SIMULASI)

Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Kelas/ Semester          : VII / 1 (Satu)

Materi Pokok              : Hidup Tenang dengan Kejujuran, Amanah dan Istiqomah.

 

TUJUAN PEMBELAJARAN

1.      Menjelaskan pengertian dari sikap perilaku jujur, amanah, dan istiqomah.

2.      Mengetahui dalil- dalil  al- Qur’an terkait dari sikap/ perilaku jujur, amanah, dan istiqomah.

3.      Mengambil hikmah/ manfaat dari sikap/ perilaku jujur, amanah, dan istiqomah.

4.      Mengimplamentasikan sikap/ perilaku jujur, amanah, dan istiqomah dalam kehidupan sehari- hari.

 

STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARAN

1.      Strategi Pembelajaran             : Konstektual/ CTL ( Contextual and Teaching Learning)

2.      Metode Pembelajaran              : Ceramah dan Diskusi

 

KEGIATAN PEMBELAJARAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

ALOKASI WAKTU

A.    AWAL

1.      Salam dan Do’a

2.      Absensi siswa

3.      Appersepsi ( mengulas sedikit materi yang akan dibahas dengan tanya jawab).

4.      Menulis materi pokok di papan tulis

2.33 menit

B.     KEGIATAN INTI

1.      Menjelaskan pengertian dari sikap perilaku jujur, amanah, dan istiqomah.

2.      Menunjukan dalil- dalil  al- Qur’an terkait dari sikap/ perilaku jujur, amanah, dan istiqomah.

3.      Menjelaskan hikmah/ manfaat dari sikap/ perilaku jujur, amanah, dan istiqomah.

4.      Mengimplamentasikan sikap/ perilaku jujur, amanah, dan istiqomah dalam kehidupan sehari- hari.

14.05 menit

C.      PENUTUP

1.      Evaluasi dengan memberikan pertanyaan sesuai dengan materi yang diberikan.

2.      Meninjau ulang materi (guru membaca rangkuman materi di papan tulis)

3.       Pesan, do’a, dan penutup.

3.12 menit

 

 

Nama                           : Niswatun Khasanah

Kelas/ Semester          : PAI. F/ SMT. 3

Dosen Pengampu        : Roni Harsoyo, M.Pd

Mata Kuliah                : Strategi Belajar Mengajar (SBM)

 

 

 Silahkan menonton video simulasi pembelajarannya di link dibawah ini : 

https://youtu.be/uDbjeIcLFvw

Selamat menonton, jangan lupa like, share, komentar, serta subcribe channel @Niswatun Khasanah (anis) Officals!

Proporsal Penelitian Kuantitatif

    PENGARUH GAME ONLINE DENGAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO ...