LAPORAN WAWANCARA PSIKOLOGI
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan
Disusun Oleh:
Niswatun Khasanah/ PAI-F/ 201190196
Dosen Pengampu :
Fibriana Miftahus Sa’adah, M. A.
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
2020
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Penyebaran pandemi virus corona atau
Covid- 19 telah memberikan tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan di
Indonesia. Untuk mengantisipasi penularan virus tersebut, pemerintah
mengeluarkan kebijakan seperti social distancing, physical distancing hingga
pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kondisi ini mengharuskan masyarakat
untuk tetap diam di rumah, belajar bekerja dan beribadah di rumah. Akibat dari
kebijakan tersebut membuat sektor pendidikan
seperti sekolah maupun perguruan tinggi menghentikan proses pembelajaran
secara tatap muka. Sebagai gantinya, proses pembelajaran dilaksanakan secara
daring yang bisa dilaksanakan dari rumah masing- masing siswa.
Sesuai dengan Surat Edaran Mendikbud
Nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat
penyebaran corona virus disease (COVID-19) menganjurkan untuk melaksanakan
proses belajar dari rumah melalui pembelajaran daring. Kesiapan dari pihak
penyedia layanan maupun siswa merupakan tuntutan dari pelaksanaan pembelajaran
daring. Pelaksanaan pembelajaran daring ini memerlukan perangkat pendukung
seperti komputer/ laptop, handphone dan alat bantu lain sebagai perantara yang
tentu saja harus terhubung dengan koneksi internet. Berdasarkan latar belakang
tersebut, saya akan melaksanakan laporan wawancara tentang dampak positif dan
negatif pembelajaran daring bagi anak dan orang tua.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Hasil Observasi Pembelajaran Daring
Disini saya mengangkat apa saja
dampak yang ditimbulkan dari pembelajaran daring berupa dampak positif dan
negatif terutama bagi anak dan orang tua. Kurang lebih 8 bulan sistem
pembelajaran dilaksanakan secara daring yang tentu saja akan sedikit berbeda
dari yang biasanya kita menimba ilmu dengan biasanya bertatap muka langsung.
Sedangkan sekarang kita belajar dari rumah dengan mengandalkan gadget untuk
dapat belajar seperti biasanya. Tentu hal tersebut, dapat menimbulkan dampak
perubahan yang cukup besar yang dirasakan oleh anak dan orang tua.
Pembahasan yang saya dapat dari
wawancara dengan narasumber dari berbagai tingkatan mulai dari SD, SMP, SMA,
mereka mempunyai cerita yang beragam ketika saya tanya tentang pembelajaran
daring ini. Dari cerita yang saya saya peroleh tersebut ternyata pembelajaran
daring sedikit merubah kegiatan yang belum pernah yang dilakukan oleh si anak
maupun bagi orang tua. Sebab jika di rumah, si anak akan selalu diawasi dalam
pekerjaan tugas oleh orang tua, orang tua memiliki peran penting dalam hal ini.
Orang tua juga merasakan dampak tersebut, hal ini anak mau tidak mau harus
menjalani sistem pembelajaran daring dari rumah orang tua harus memberikan
penuh semangat, agar anak tersebut kuat dalam menjalani.
B.
Dampak/ Faktor Pembelajaran Daring
Dari berbagai narasumber anak dan
orang tua yang saya coba tanya tentang dampak positif dan negatif pembelajaran
daring ini dapat disimpulkan bahwa dampak positifnya diantaranya bagi anak
memiliki banyak waktu bersama keluarga, serta dalam mengerjakannya memiliki
waktu yang lebih banyak dan bagi orang tua, lebih banyak mengawasi anak serta
dapat membantu dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Sedangkan
dampak negatif, menurut si anak jika tidak mengetahui jawaban yang dikerjakan
maka melemparkan ke orang tua, sedangkan menurut orang tua yaitu bila ada
tugas/PR yang sulit tidak semua orang tua bisa memahami tugasnya anak. Faktor
yang mendasari bagi si anak dalam dampak psikis pembelajaran daring ini
terkadang sering terganggu dan mood yang suka berubah- ubah dan bagi orang tua
dapat merasakan keluh kesah yang dirasakan oleh si anak dalam pemberian tugas
yang diberikan jika tugas tersebut itu sulit. Dalam faktor ekonomi bagi orang
tua terkadang kebutuhannya berkurang dalam mencari pekerjaan sampai dalam
mencari pekerjaan diberhentikan atau tutup total dalam pekerjaan tersebut.
Akhirnya orang tua bekerja serabutan di rumah atau mengawasi pekerjaan/ tugas
si anak, sedangkan dalam faktor sosial bagi orang tua maupun si anak harus jaga
jarak/ social distancing dan harus mematuhi protokol kesehatan yang
dianjurkan oleh pemerintah, seperti menjaga jarak, selalu memakai masker, dan
selalu mencuci tangan setiap melakukan berbagai kegiatan di luar maupun di
dalam.
BAB III
PENUTUP
A.
Pandangan/ Saran Penulis
Saran atau pandangan saya melihat
dari hasil wawancara, sebenarnya kita tidak pernah membayangkan atas kejadian
yang kita alami sekarang, yang mana kita dihadapkan dengan wabah virus corona
yang mengharuskan kita untuk berdiam di rumah sehingga dalam hal ini
pembelajaran tatap muka/ sistem luring dialihkan dengan pembelajaran sistem
daring. Hal tersebut harus kita jalani dengan penuh semangat dan selalu berdo’a
kepada Allah swt., agar bumi ini lekas sembuh dan semua yang dijalani dapat
berjalan dengan normal lagi/ new normal.
B. Kritik Penulis
Kritik dalam pandangan saya dalam melihat hasil wawancara, sebenarnya orang tua bisa selalu mengawasi penuh tugas/ pekerjaan sebab tidak semua anak mengetahui tugas terkadang ada juga tugas yang diberikan oleh guru tidak dikerjakan malah membiarkan tugas serta menunda- nunda tugas dengan bermain sepuasnya tanpa melihat waktu belajar.
Serta dalam kritik saya juga sebaiknya ada sosialisasi baik secara langsung maupun online. Dalam sosialisasi secara langsung, wali siswa memberikan pengarahan kepada orang tua, agar selalu mengawasi si anak, sedangkan dalam sosialisasi secara online, wali siswa memberikan pelayanan sosialisasi pribadi kepada masing- masing orang tua yang tidak diketahui oleh si anak.
LAMPIRAN




Tidak ada komentar:
Posting Komentar