Kamis, 26 November 2020

Laporan Wawancara Psikologi Pendidikan_PAI- F'19 Semester 3 2020/2021

 

LAPORAN WAWANCARA PSIKOLOGI

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan

 

 


Disusun Oleh:

Niswatun Khasanah/ PAI-F/   201190196

Dosen Pengampu :

Fibriana Miftahus Sa’adah, M. A.

 

 

 

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO

2020


BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Penyebaran pandemi virus corona atau Covid- 19 telah memberikan tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan di Indonesia. Untuk mengantisipasi penularan virus tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan seperti social distancing, physical distancing hingga pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kondisi ini mengharuskan masyarakat untuk tetap diam di rumah, belajar bekerja dan beribadah di rumah. Akibat dari kebijakan tersebut membuat sektor pendidikan  seperti sekolah maupun perguruan tinggi menghentikan proses pembelajaran secara tatap muka. Sebagai gantinya, proses pembelajaran dilaksanakan secara daring yang bisa dilaksanakan dari rumah masing- masing siswa.

Sesuai dengan Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran corona virus disease (COVID-19) menganjurkan untuk melaksanakan proses belajar dari rumah melalui pembelajaran daring. Kesiapan dari pihak penyedia layanan maupun siswa merupakan tuntutan dari pelaksanaan pembelajaran daring. Pelaksanaan pembelajaran daring ini memerlukan perangkat pendukung seperti komputer/ laptop, handphone dan alat bantu lain sebagai perantara yang tentu saja harus terhubung dengan koneksi internet. Berdasarkan latar belakang tersebut, saya akan melaksanakan laporan wawancara tentang dampak positif dan negatif pembelajaran daring bagi anak dan orang tua.

 

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Hasil Observasi Pembelajaran Daring

Disini saya mengangkat apa saja dampak yang ditimbulkan dari pembelajaran daring berupa dampak positif dan negatif terutama bagi anak dan orang tua. Kurang lebih 8 bulan sistem pembelajaran dilaksanakan secara daring yang tentu saja akan sedikit berbeda dari yang biasanya kita menimba ilmu dengan biasanya bertatap muka langsung. Sedangkan sekarang kita belajar dari rumah dengan mengandalkan gadget untuk dapat belajar seperti biasanya. Tentu hal tersebut, dapat menimbulkan dampak perubahan yang cukup besar yang dirasakan oleh anak dan orang tua.

Pembahasan yang saya dapat dari wawancara dengan narasumber dari berbagai tingkatan mulai dari SD, SMP, SMA, mereka mempunyai cerita yang beragam ketika saya tanya tentang pembelajaran daring ini. Dari cerita yang saya saya peroleh tersebut ternyata pembelajaran daring sedikit merubah kegiatan yang belum pernah yang dilakukan oleh si anak maupun bagi orang tua. Sebab jika di rumah, si anak akan selalu diawasi dalam pekerjaan tugas oleh orang tua, orang tua memiliki peran penting dalam hal ini. Orang tua juga merasakan dampak tersebut, hal ini anak mau tidak mau harus menjalani sistem pembelajaran daring dari rumah orang tua harus memberikan penuh semangat, agar anak tersebut kuat dalam menjalani.

 

B.     Dampak/ Faktor Pembelajaran Daring

Dari berbagai narasumber anak dan orang tua yang saya coba tanya tentang dampak positif dan negatif pembelajaran daring ini dapat disimpulkan bahwa dampak positifnya diantaranya bagi anak memiliki banyak waktu bersama keluarga, serta dalam mengerjakannya memiliki waktu yang lebih banyak dan bagi orang tua, lebih banyak mengawasi anak serta dapat membantu dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Sedangkan dampak negatif, menurut si anak jika tidak mengetahui jawaban yang dikerjakan maka melemparkan ke orang tua, sedangkan menurut orang tua yaitu bila ada tugas/PR yang sulit tidak semua orang tua bisa memahami tugasnya anak. Faktor yang mendasari bagi si anak dalam dampak psikis pembelajaran daring ini terkadang sering terganggu dan mood yang suka berubah- ubah dan bagi orang tua dapat merasakan keluh kesah yang dirasakan oleh si anak dalam pemberian tugas yang diberikan jika tugas tersebut itu sulit. Dalam faktor ekonomi bagi orang tua terkadang kebutuhannya berkurang dalam mencari pekerjaan sampai dalam mencari pekerjaan diberhentikan atau tutup total dalam pekerjaan tersebut. Akhirnya orang tua bekerja serabutan di rumah atau mengawasi pekerjaan/ tugas si anak, sedangkan dalam faktor sosial bagi orang tua maupun si anak harus jaga jarak/ social distancing dan harus mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah, seperti menjaga jarak, selalu memakai masker, dan selalu mencuci tangan setiap melakukan berbagai kegiatan di luar maupun di dalam.

 


 

BAB III

PENUTUP

A.    Pandangan/ Saran Penulis

Saran atau pandangan saya melihat dari hasil wawancara, sebenarnya kita tidak pernah membayangkan atas kejadian yang kita alami sekarang, yang mana kita dihadapkan dengan wabah virus corona yang mengharuskan kita untuk berdiam di rumah sehingga dalam hal ini pembelajaran tatap muka/ sistem luring dialihkan dengan pembelajaran sistem daring. Hal tersebut harus kita jalani dengan penuh semangat dan selalu berdo’a kepada Allah swt., agar bumi ini lekas sembuh dan semua yang dijalani dapat berjalan dengan normal lagi/ new normal.

B.     Kritik Penulis

                    Kritik dalam pandangan saya dalam melihat hasil wawancara, sebenarnya orang tua bisa selalu mengawasi penuh tugas/ pekerjaan sebab tidak semua anak mengetahui tugas terkadang ada juga tugas yang diberikan oleh guru tidak dikerjakan malah membiarkan tugas serta menunda- nunda tugas dengan bermain sepuasnya tanpa melihat waktu belajar.

                 Serta dalam kritik saya juga sebaiknya ada sosialisasi baik secara langsung maupun online. Dalam sosialisasi secara langsung, wali siswa memberikan pengarahan kepada orang tua, agar selalu mengawasi si anak, sedangkan dalam sosialisasi secara online, wali siswa memberikan pelayanan sosialisasi pribadi kepada masing- masing orang tua yang tidak diketahui oleh si anak.


 

LAMPIRAN

 




 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Proporsal Penelitian Kuantitatif

    PENGARUH GAME ONLINE DENGAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO ...